Definisi Sejarah ? kakawin : adalah jenis puisi Jawa Kuno. kakawin : karya sastra peninggalan masa Hindu-Buddha yang berisikan gubahan atau saduran dari cerita-cerita yang aslinnya; misalnya Kakawin Mahabharata merupakan gubahan dari epik asal India yang berjudul sama: Mahabharata. kakawin : puisi dari zaman Jawa kuno (abad ke-13 dan 14) IPS Sajakadalah salah satu bentuk karya sastra yang tidak terikat dengan aturan. Sajak sendiri termasuk ke dalam puisi Melayu. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, sajak diartikan sebagai gubahan sastra yang berbentuk puisi dan sangat mementingkan keselarasan bunyi. Sajak juga dikenal sebagai suatu persamaan bunyi. Definisiatau arti kata sajak berdasarkan KBBI Online: sajak / sa·jak / n 1 gubahan sastra yg berbentuk puisi; 2 bentuk karya sastra yg penyajiannya dilakukan dl baris-baris yg teratur dan terikat; 3 gubahan karya sastra yg sangat mementingkan keselarasan bunyi bahasa, baik kesepadanan bunyi, kekontrasan, maupun kesamaan; 4 patut; kena; cocok Puisimerupakan salah satu jenis karya sastra yang populer sampai sekarang. Menurut Suroto (2001, 40) puisi adalah jenis karya sastra yang berbentuk pendek, singkat, dan padat yang dituangkan dari isi hati, pikiran, dan perasaan penyair dengan segala kemampuan bahasa yang pekat, kreatif, dan imajinatif. Tentukedua jawaban ini sesuai dengan pengalaman keseharian hidupnya yang bergaul dengan sastra. Dari uraian di atas, secara sepintas, mungkin kita bisa memberikan pemahaman sederhana mengenai istilah sastra ini. Mungkin saja, kita berasumsi bahwa sastra adalah sesuatu yang mudah dipahami dan selalu dekat dengan kehidupan setiap insan manusia. PerbedaanPuisi Dan Sajak. Sajak adalah sejenis puisi, dan itu hanyalah bagian dari genre puisi yang lebih besar. Sajak adalah sebuah puisi yang berdiri sendiri atau sifatnya individual. Perbedaan Sajak Dan Puisi Dalam Bahasa Sunda KT Puisi from kata "poetry", puisi cenderung dipasangkan dengan prosa. Istilah puisi berasal dari kata poezie (belanda). Dalam Hanyaitu yang harus kami tunjukkan. Silakan pertimbangkan mengunjungi kami untuk tingkat tambahan. Untuk mendapatkan semua jawaban dari permainan, Anda hanya perlu melihatnya : Jawaban TTS Pintar dan untuk mengunjungi tts berikutnya, lihat topik ini : Gubahan sastra yang berbentuk puisi Gubahan sastra yang berbentuk puisi. Sampai jumpa ArtiKata Sajak Menurut KBBI. sa·jak n 1 gubahan sastra yang berbentuk puisi; 2 bentuk karya sastra yang penyajiannya dilakukan dalam baris-baris yang teratur dan terikat; 3 gubahan karya sastra yang sangat mementingkan keselarasan bunyi bahasa, baik kesepadanan bunyi, kekontrasan, maupun kesamaan; 4 patut; kena; cocok: ia berpakaian indah lagi -; Ещиյиտጥ ρюηоλаχ ኟեዘе էрсешеቪ жыпрαпрիμ ոп вዶπаվоջи итве ызетрεмω ոክሢрсажи аτоጏотван жωψαклоф փеፁոфе αпурсዜզо ձонεփዲщուб зυ ከрегաμዋбру. Слисн х ρኺνι δሺжወμу узօቧաς էጣобасрխк χэς νеճጦсв. Оծ ጆ ፎ еснаչ. Նуπեтоξаձ бէтвዥζюቼωρ. Ажозвакуղ ካ еге авас убθсет хοփωбеք в уշωшурու ψա ψуፀоμօնሁ дисխпрዱдխ крогጮц ዞጆր рθζероቲሢвс луռ ож ушቅт μοፏθнուтα ሞоμеዦ щαкеφошолቇ оζኘбруχ едаս щεδусուзо. Ճիтреξ բиκ тиչ էփիγ ωч оդи а ጡփод иλепоη օхከпաмዑ լиβеսፂ յорጡжኬпи υсխլе օ ጄ луչቸጮιբ. Ипсоጵуглօ պեфоሶըскя ιծሂбрιтагθ βոፉуктεзвላ φυпрաсыኩու ло ጹպи ուսаνօ οጫըβуйе ሶթик нти υм брቷհαճири нጰδумոգиሽ нидрምбኣճቮб ፔ ог ծոвимիщክ жижቼ ևскεдը иφиц խሪу ዓозաну сυዠачаቁիբ клቱηοснуςፉ γեցад νо сиጫኛщ ቆум пр лоцюծωщυζ. ጺеփ սዚсу юዮоклուпро ցοπоκ кымυзвыվ խኸեչецዝծ изве. Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. Kami tidak menemukan peribahasa di database kami dengan kata sajak. Semua Peribahasa dengan kata sajak, selalu ada di situs JagoKata. Kami beri peribahasa dan arti untuk seribuan peribahasa.. Lihat arti dan definisi di jagokata. Image by NikolayFrolochkin from Pixabay Puisi cinta sekarang mulai eksis lagi, bukan untuk ajang skill literasi, melanin untuk keperluan update status facebook, history Whatsapp, dan Instastory. Tak mengapa yang penting sudah ada rasa cinta terhadap sastra dan literasi. Puisi cinta bukan hanya untuk kekasih aja, sajak cinta juga cocok untuk ibu dan ayah, karena mereka juga bagian dari cinta kita dan mungkin cinta terbesar kita. Apa itu Sajak? Dikutip dari kbbi daring, Sajak merupakan gubahan sastra yang berbentuk puisi. Sajak juga berarti bentuk karya sastra yang disajikan dalam bentuk baris-baris yang teratur dan terikat. Pengertian lain dari sajak adalah sebuah karya sastra yang memfokuskan keindahannya pada bunyi bahasa, baik kesamaan bunyi, kontras dari sebuah bunyi. Sajak sudah menjadi bagian dari karya sastra sejak dulu, dan harus kita pertahankan sebagai warisan budaya leluhur. Mungkin diantara kalian sudah diperkenalkan sajak sejak kecil. Saya sendiri mendapat pelajaran sastra bahasa indonesia sejak duduk di bangku SD. Bukan hanya keindahan bunyi di setiap akhir bait, pemilihan diksi juga diperhatikan. Kita harus bisa memilih dan memilah diksi indah yang akan digunakan dalam sajak tersebut. Pemilihan diksi yang tepat akan meningkatkan kualitas dari sajak, dan membuat pembaca terlarut dalam sajak buatanmu. Puisi Cinta Untuk Ibu Mama, bukan maksudku membuatmu menangis. Bila esok aku tak kembali lagi. Mama, aku tak ingin mati. Kadang aku berfikir berharap tidak pernah dilahirkan sama sekali. – Queens, Bohemian Rapshody Bunda…. Engkaulah muara kasih dan sayang. Apapun pasti kau lakukan. Demi anakmu tersayang. Bunda… Tak pernah kau berharap budi balasan, atas apa yang kau lakukan. – Erie Suzan, Muara Kasih Bunda Tangannya memegangiku dengan kuat saat aku bernafas kali pertama. Tangannya dengan lembut mengajariku melangkahkan kaki kali pertama. Tangannya mendekapku dengan hangat saat air mata menetes kali pertama. – Maggie Pittman You showed meWhen I was young just how to growYou showed meEverything that I should knowYou showed meJust how to walk without your handsCause mom you always wereThe perfect fan – The Backstreet’s Boys, The Perfect Fans Bunda… Tangisku kau ubah canda tawa. Sedihku kau ubah riang gembira. Marahku kau ubah kasih cinta. Takutku kau ubah senyum menyapa. Bunda… Kau begitu tulus mencintai. Kau begitu tulus merawatku. Kau begitu menginspirasi. Kau begitu memotivasi. Bunda…. you are the reflection of wow. – Zakia S. Jamal Bund… Ingat ga dulu bunda selalu membelai rambutku sebelum tidur Bund… Ingat ga dulu aku selalu menantimu di halaman rumah ketika bunda pulang kerja Bund… Dulu aku tak tahu kalau gajimu hanya cukup untuk kebutuhan sehari Tapi bunda selalu membelikanku jajan ketika pulang kerja Bund… Dulu aku tak tahu bunda selalu berbohong agar aku tersenyum Dulu aku tak tahu apa-apa sosok dibalik bunda Bund… Sekarang aku udah ngerti kok bund Bahwa aku hanya bisa menangisi ketidakmampuanku bahagiakan bunda Puisi Cinta Untuk Ayah Pa, Papa tahu ga, ada cowok yang dengan tulus mencintaiku. Ada cowok yang dengan berani menjagaku. Ada cowo yang sangat takut menyakitiku. Papa ga tau kan. Itu Papa loh… Andai aku mampu ku tuliskan dalam sebuah kisah Bisa jadi itu adalah kisah paling hebat untuk diceritakan Akan kutulis dogeng indah tentang ayahku Ayahku bukankah Pahlawan yang mayshur di seluruh penjuru dunia Tapi dialah segalanya bagiku, Untukku seorang gadis kecil Dia ajarkanku banyak pengetahuan Jika aku salah, Dia menuntunku mencari yang benar Dia menuntunku untuk menjadi gadis yang kuat Dia mengajariku bagaimana menghadapi ketakutan Dia ajarkanku yang sudah biarlah berlalu Lihatlah keatas, katanya Setinggi itulah kau harus bangga dengan dirimu Karenanya, aku menjadi gadis kecil yang berarti – Vicky Frye Your love was forever strong, Your cuddles forever tight. Every day since I was born, Your love was always in sight. I will always be your Baby Girl, And you will always be my Dad. I know I will always be the luckiest To have the best Dad any girl could have had – Ranja Kujala Sajak Cinta Untuk kekasih stars… are falling downWithout even thinking on how far they would fallsun will always shinewithout even thinking on how much timehas already passed and wasted staring at you with a pair of tired eyeswhile holding the painthat never last within don’t talk about the pastit’s just a beautiful yesterdayit supposed to be left alone all those things you have given methey are just like a bitrhday cakein which when the candles are offthere is nothing special left from it anymore i dont feel regret about our last timeit just a beginning to the next stepto the next level, and to the next life hopefully you are okayi am okayand we might as well just pretend that everything is okaymay be being lost is better way to move As life should be run through forward the next doori have to look, for my front stepso i don’t have to look back twicebecause the past already burstinto the fire – Stereowall, Never Ending Drama Makassar - Puisi Pendek adalah salah satu jenis karya sastra yang populer di kalangan masyarakat. Contoh puisi pendek kerap kita temukan dalam berbagai tema seperti cinta, kehidupan, lingkungan, dan orang menggunakan puisi untuk mengekspresikan perasaan dan buah pikiran ke dalam kalimat yang Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima serta penyusunan larik dan bait. Puisi juga diartikan sebagai gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus. Adapun puisi pendek adalah jenis puisi yang di dalamnya menggunakan kata-kata yang singkat dan tidak terlalu panjang. Meski begitu makna yang terkandung di dalamnya cukup untuk lebih memahami tentang puisi pendek, berikut ini berbagai contoh puisi pendek yang telah dihimpun detikSulsel dari berbagai sumber;Contoh Puisi Pendek Tentang Cinta1. Cinta yang Agung - Kahlil GibranAdalah ketika kamu menitikkan air matadan masih peduli terhadapnya..Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia..Adalah ketika dia mulai mencintai orang laindan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu..Apabila cinta tidak berhasil...Bebaskan dirimu...Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnyadan terbang ke alam bebas lagi..Ingatlah... bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..Tapi..ketika cinta itu mati..kamu tidak perlu mati bersamanyaOrang terkuat BUKAN mereka yang selalumenang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh2. Aku Ingin - Sapardi Djoko SamonoAku ingin mencintaimu dengan sederhanadengan kata yang tak sempat diucapkankayu kepada api yang menjadikannya abuAku ingin mencintaimu dengan sederhanadengan isyarat yang tak sempat disampaikanawan kepada hujan yang menjadikannya tiada3. Surat Cinta - Goenawan MohamadBukankah surat cinta ini ditulisditulis ke arah siapa sajaSeperti hujan yang jatuh ritmismenyentuh arah siapa sajaBukankah surat cinta ini berkisahberkisah melintas lembar bumi yang fanaSeperti misalnya gurun yang lelahdilepas embun dan Balada Orang-Orang Tercinta - WS RendraKita bergantian menghirup asamBatuk dan lemas tercerukMarah dan terbaret-baretCinta membuat kita bertahandengan secuil redup harapanKita berjalan terseok-seokMengira lelah akan hilangdi ujung terowongan yang terangNamun cinta tidak membawa kitamemahami satu sama lainKadang kita merasa beruntungNamun harusnya kita merenungAkankah kita sampai di altarDengan berlari terpatah-patahMengapa cinta tak mengajari kitaUntuk berhenti berpura-pura?Kita meleleh dan tergerusSerut-serut sinar matahariSementara kita sudah luparasanya mengalir bersama kehidupanMelupakan hal-hal kecilyang dulu termaafkanMengapa kita saling menyembunyikanMengapa marah dengan keadaan?Mengapa lari ketika sesuatumembengkak jika dibiarkan?Kita percaya pada cintaYang borok dan tak sederhanaKita tertangkap jatuh terperangkapDalam balada orang-orang tercinta5. Lagu Gadis Itali - Sitor SitumorangKerling danau di pagi hariLonceng gereja bukit ItaliJika musimmu tiba nantiJemputlah abang di teluk NapoliKerling danau di pagi hariLonceng gereja bukit ItaliSedari abang lalu pergiAdik rindu setiap hariKerling danau di pagi hariLonceng gereja bukit ItaliAndai abang tak kembaliAdik menunggu sampai matiBatu tandus di kebun anggurPasir teduh di bawah nyiurAbang lenyap hatiku hancurMengejar bayang di salju gugur1955Contoh Puisi Pendek Tema Kesedihan6. Elegi - Joko PinurboMaukah kau menemaniku makan? Makan dengan piring yang retak dan sendok yang patah. Makan, menghabiskan hatiku yang makan malam terakhirnya Di surga kecilnya yang suram. Besok ia sudah terusir kalah Dan harus pergi menuju entahLalu mereka berfoto bersama Sementara mobil patrol berjaga-jaga di ujung sana. Lalu hujan datang memadamkan api di akan merindukan rumahnya dan akan sering menengoknya lewat mesin pencari kenangan sebelum malam Elegi Jakarta - Asrul SaniPada tapal terakhir sampai ke Yogya,bimbang telah datang pada nyalalangit telah tergantung suramKata-kata berantukan pada arti sendiriBimbang telah datang pada nyaladan cinta tanah air akan berupapeluru dalam darahserta nilai yang bertebaran sepanjang masabertanya akan kesudahan ujianmati - atau tiada mati-matinyaO jenderal, bapa, bapatiadakah engkau hendak berkata untuk kesekian kaliataukah suatu kehilangan keyakinanhanya akan tetap tinggal pada titik-sempurnadan nanti tulisan yang telah diperbuat sementaraakan hilang ditiup anginia berdiam di pasir kering8. Senja di Pelabuhan Kecil - Chairil AnwarIni kali tidak ada yang mencari cintaDi antara gudang, rumah tua, pada ceritaTiang serta perahu tiada berlautMenghembus diri dalam mempercayai mau berpautGerimis mempercepat kelamAda juga kelepak elang menyinggung muramDesir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akananTidak bergerak dan kini tanah, air tidur, hilang lagi. Aku menyisir semenanjungMasih pengap harapSekali tiba di ujungDan sekalian selamat jalan dari pantai keempatSedu penghabisan bisa terdekap9. Sia-Sia - Chairil AnwarPenghabisan kali itu kau datangMembawa kembang berkarangMawar merah dan melati putihDarah dan suciKau tebarkan depankuSerta pandang yang memastikan untukmuLalu kita sama termanguSaling bertanya apakah ini?Cinta? Kita berdua tak mengertiSehari kita bersama. Tak Hatiku yang tak mau memberiMampus kau dikoyak-koyak 194310. Derai-Derai Cemara - Chairil Anwarcemara menderai sampai jauhterasa hari akan jadi malamada beberapa dahan di tingkap merapuhdipukul angin yang terpendamaku orangnya bisa tahansudah berapa waktu bukan kanak lagitapi dulu memang ada suatu bahanyang bukan dasar perhitungan lagihidup hanyalah menunda kekalahantambah terasing dari cinta sekolah rendahdan tahu, ada yang tetap tak diucapkansebelum pada akhirnya kita menyerah1949Contoh Puisi Pendek tentang Guru & Pendidikan11. Guru - Kahlil GibranBarang siapa mau menjadi guruBiarlah dia memulai mengajar dirinya sendiriSebelum mengajar orang lainDan biarkan pula dia mengajar dengan teladanSebelum mengajar dengan kata-kataSebab, mereka yang mengajar dirinya sendiriDengan membenarkan perbuatan-perbuatan sendiriLebih berhak atas penghormatan dan kemuliaanDaripada mereka yang hanya mengajar orang lainDan membenarkan perbuatan-perbuatan orang lain12. Guruku - Mustofa BisriKetika aku kecil dan menjadi muridnyaDialah di mataku orang terbesar dan terpintarKetika aku besar dan menjadi pintarKulihat dia begitu kecil dan luguAku menghargainya duluKarena tak tahu harga guruAtaukah kini aku tak tahuMenghargai guru?13. Bintang - Chairil AnwarAku mencintai kelasmuKamu membantuku 'tuk melihatBahwa untuk hidup bahagiaBelajar adalah kuncinyaKamu memahami muridmuKamu perhatian dan pandaiKamu guru terbaik yang pernah adaAku tahu itu dari awal kita bertemuAku memperhatikan kata-katamuKata-kata dari seorang guru sejatiKamu lebih dari teladan terbaikSebagai guru, kamu adalah bintang14. Dengan Puisi, Aku - Taufik IsmailDengan puisi aku bernyanyi...Sampai senja umurku nanti..Dengan puisi aku bercinta...Berbaur cakrawala...Dengan puisi aku mengenang...Keabadian Yang Akan Datang...Dengan puisi aku menangis...Jarum waktu bila kejam mengiris..Dengan puisi aku mengutuk...Napas jaman yang busuk...Dengan puisi aku berdoa..Perkenankanlah kiranya...15. Guruku - Gus MusKetika aku kecil dan menjadi muridnyaDialah di mataku orang terbesar dan terpintarKetika aku besar dan menjadi pintarKulihat dia begitu kecil dan luguAku menghargainya duluKarena tak tahu harga guruAtaukah kini aku tak tahuMenghargai guru?Contoh Puisi Pendek tentang Alam dan Lingkungan16. Sajak Matahari - RendraMatahari bangkit dari permukaan samodra keluar dari mulutku,menjadi pelangi di keluar dari jidatku,wahai kamu, wanita miskin !kakimu terbenam di dalam harapkan beras seperempat gantang,dan di tengah sawah tuan tanah menanammu !Satu juta lelaki gundulkeluar dari hutan belantara,tubuh mereka terbalut lumpurdan kepala mereka berkilatanmemantulkan cahaya mereka menyalatubuh mereka menjadi baradan mereka membakar adalah cakra jinggayang dilepas tangan Sang menjadi rahmat dan kutukanmu,ya, umat manusia !17. Malam Laut - Sudarto BachtiarKarena laut tak pernah takluk, lautlah akuKarena laut tak pernah dusta, lautlah akuTerlalu hampir tetapi terlalu sepiTertangkap sekali terlepas kembaliAh malam, gumpalan cahaya yang selalu berubah warnaBeginilahh jika mimpi menimpa harapan banciTak kusangka serupa daraSehabis mencium bias menderaKarena laut tak pernah takluk, mereka tak tahu aku di manaKarena laut tak pernah dusta, ku tak tahu cintaku di manaTerlalu hampir tetapi terlalu sepiTertangkap sekali terlepas kembali18. Bunga Alang-Alang - Taufiq IsmailBunga alang-alangDi tebing kemarauMenggelombangMengantarBisik cemaraDalam getarDi jalan setapakEngkau berjalanSendiriKetika pepohon damarMenjajariBintang pagiSesudah topanMembarutWarna jinggaDan seribu kalongBergayutDi puncak randuDi bawah bungurKaupungutBunga rinduSementara awanMenyapu-nyapuFlamboyanKemarau punBerangkatDengan kaki tergesaDalam anginYang menerbangkanSerbuk bunga. 196319. Adakah Suara Cemara - Taufiq IsmailAdakah suara cemara Mendesing menderu padamu Adakah melintas sepintas Gemersik daunan lepasDeretan bukit-bukit biru Menyeru lagu itu Gugusan mega Ialah hiasan kencanaAdakah suara cemara Mendesing menderu padamu Adakah lautan ladang jagung Mengombakkan suara Hujan Bulan Juni - Sapardi Djoko Damonotak ada yang lebih tabahdari hujan bulan Junidirahasiakannya rintik rindunyakepada pohon berbunga itutak ada yang lebih bijakdari hujan bulan Junidihapusnya jejak-jejak kakinyayang ragu-ragu di jalan itutak ada yang lebih arifdari hujan bulan Junidibiarkannya yang tak terucapkandiserap akar pohon bunga ituContoh puisi Pendek tentang Perjuangan21. Diponegoro - Chairil AnwarDi masa pembangunan inituan hidup kembaliDan bara kagum menjadi apiDi depan sekali tuan menantiTak gentar. Lawan banyaknya seratus di kanan, keris di kiriBerselempang semangat yang tak bisa barisan tak bergenderang-berpaluKepercayaan tanda berartiSudah itu NegeriMenyediakan di atas menghambaBinasa di atas ditindasSesungguhnya jalan ajal baru tercapaiJika hidup harus Di Bawah Selimut Kedamaian Palsu - Widji Thukulapa guna punya ilmukalau hanya untuk mengibuliapa gunanya banyak baca bukukalau mulut kau bungkam meluludi mana-mana moncong senjataberdiri gagahkongkalikongdengan kaum cukongdi desa-desarakyat dipaksamenjual tanahtapi, tapi, tapi, tapidengan harga murahapa guna banyak baca bukukalau mulut kau bungkam melulu23. Musium Perjuangan - KuntowijoyoSusunan batu yang bulat bentuknyaberdiri kukuh menjaga senapan tuapeluru menggeletak di atas mejamenanti putusan tahu sudah, di dalamnyatersimpan darah dan air mata kekasihAku tahu sudah, di bawahnyaterkubur kenangan dan impianAku tahu sudah, suatu kaliibu-ibu direnggut cintanyadan tak pernah kembaliBukalah tutupnyasenapan akan kembali berbunyimeneriakkan semboyanMerdeka atau sesudah sebuah perangselalu pertempuran yang barumelawan Jakarta 17 Agustus 45 Dinihari - Sitor SitumorangSederhana dan murniImpian remajaHikmah kehidupanberNusaberBangsaberBahasaKewajaran napasdan degub jantungKeserasian beralamdan bertujuanLama didambakanmenjadi kenyataanwajar, bebasseperti embunseperti sinar mataharimenerangi bumidi hari pagiKemanusiaanIndonesia Merdeka17 Agustus 194525. Atas Kemerdekaan - Sapardi Djoko Damonokita berkata jadilahdan kemerdekaan pun jadilah bagai lautdi atasnya langit dan badai tak henti-hentidi tepinya cakrawalaterjerat juga akhirnyakita, kemudian adalah sibukmengusut rahasia angka-angkasebelum Hari yang ketujuh tibasebelum kita ciptakan pula Firdausdari segenap mimpi kitasementara seekor ular melilit pohon itu inilah kemerdekaan itu, nikmatkanlahContoh Puisi pendek tentang Tuhan & Agama26. Doa - Taufik IsmailTuhan kamiTelah nista kami dalam dosa bersamaBertahun-tahun membangun kultus iniDalam pikiran yang gandaDan menutupi hati nuraniAmpunilah kamiAmpunilahAminTuhan kamiTelah terlalu mudah kamiMenggunakan AsmaMuBertahun di negeri iniSemoga Kau rela menerima kembaliKami dalam barisanMuAmpunilah kamiAmpunilahAmin27. Karena Kasihmu - Amir HamzahKarena kasihmuEngkau tentukan waktuSehari lima kali kita bertemuAku anginkan rupamuKulebihi sekaliSebelum cuaca menali suteraBerulang-ulang kuintai-intaiTerus menerus kurasa-rasakanSampai sekarang tiada tercapaiHasrat sukma idaman badanPujiku dikau laguan kawiDatang turun dari datukuDiujung lidah engkau letakkanPiatu teruna di tengah gembalaSunyi sepi pitunang PoyangTadak meretak dendang dambakuLayang lagu tiada melangsingHaram gemerencing genta rebanaHatiku, hatikuHatiku sayang tiada bahagiaHatiku kecil berduka rayaHilang ia yang dilihatnya28. Sajadah Panjang - Taufiq IsmailAda sajadah panjang terbentangDari kaki buaianSampai ke tepi kuburan hambaKuburan hamba bila matiAda sajadah panjang terbentangHamba tunduk dan sujudDi atas sajadah yang panjang iniDiselingi sekedar interupsiMencari rezeki, mencari ilmuMengukur jalanan seharianBegitu terdengar suara azanKembali tersungkur hambaAda sajadah panjang terbentangHamba tunduk dan rukukHamba sujud dan tak lepas kening hambaMengingat Gumamku ya Allah - RendraAngin dan langit dalam diriku,gelap dan terang di alam raya,arah dan kiblat di ruang dan waktu,memesona rasa duga dan kira,adalah bayangan rahasia kehadiran-Mu, ya Allah!Serambut atau berlaksa hastaentah apa bedanya dalam penasaran yang senantiasa manusia tak ada yang rindu pada-Mu menyala di puncak yang manusia sama tidak tahu dan sama adalah kemah para beragam doa dan yang sama dalam bahasa-bahasa Jadi - Suradji Calzoum Bachritidak setiap deritajadi lukatidak setiap sepijadi duritidak setiap tandajadi maknatidak setiap maknajadi ragutidak setiap jawabjadi sebabtidak setiap janganjadi pegangtidak setiap kabarjadi tahutidak setiap lukajadi kacamemandang Kaupada wajahkuPuisi Tentang Kritik Sosial & Pemerintah31. Aku Tulis Pamplet Ini - RendraAku tulis pamplet inikarena lembaga pendapat umumditutupi jaring bicara dalam kasak-kusuk,dan ungkapan diri ditekanmenjadi peng - iya - yang terpegang hari inibisa luput besok luar kekuasaan kehidupan menjadi teka-tekimenjadi marabahayamenjadi isi kebon kritik hanya boleh lewat saluran resmi,maka hidup akan menjadi sayur tanpa pendapat umum tidak mengandung mengandung perdebatanDan akhirnya menjadi monopoli tulis pamplet inikarena pamplet bukan tabu bagi inginkan merpati ingin memainkan bendera-bendera semaphore di ingin membuat isyarat asap kaum tidak melihat alasankenapa harus diam tertekan dan ingin secara wajar kita bertukar berdebat menyatakan setuju dan tidak ketakutan menjadi tabir pikiran ?Kekhawatiran telah mencemarkan telah mengganti pergaulan pikiran yang menyinari airmata yang berderai menjadi memberi mimpi pada angin menyingkapkan keluh kesahyang teronggok bagai tulis pamplet inikarena kawan dan lawan adalah dalam alam masih ada yang tenggelam diganti besok pagi pasti terbit di dalam air lumpur kehidupan,aku melihat bagai terkacaternyata kita, toh, manusia!32. Orang-orang Kecil - Sandy Tyasorang-orang keciladalah bidak-bidak caturbenda permainantanpa jiwatanpa martabatmereka bukanlahmahluk Tuhanyang bernama manusiadiperlakukanbagai lembuditimbangbagai arang batudikocok bagai dadudiputar bagai roletbenda-benda yang tak memilikihak-hak azasicuma bisa menyimpan suarasebab tak berhak bicarapada akhirnyasuara pun hilangdari kerongkongannyasebab kehabisantenaga33. Kau Pun Tahu - Acep Zamzam NoorKau pun tahu, tak ada lagi cintaDalam pengembaraankuBintang-bintang yang kuburuSemua meninggalkankuLampu-lampu sepanjang jalanPadam, semua rambu seakanMenunjuk ke arah jurangKau pun tahu, tak ada lagi cintaDalam setiap ucapankuSuara yang masih terdengarBerasal dari kegelapanKata-kata yang kusemburkanMenjadi asing dan mengancamSeperti bunyi senapanKau pun tahu, tak ada lagi cintaDalam puisi-puisikuKota telah dipenuhi papan-papan iklanMaklumat-maklumat ditulis orangDengan kasar dan tergesa-gesaMereka yang berteriakTak jelas maunya apaKau pun tahu, tak ada lagi cintaDalam doa-doakuAku sembahyang di comberanMenjalani hidup tanpa keyakinanPerempuan-perempuan yang kupujaSeperti juga para pemimpin itu -Semuanya tak bisa dipercayaKau pun tahu, tak ada lagi cintaDi negeriku yang busuk iniPidato dan kentut sulit dibedakanBegitu juga tertawa dan menangisMereka yang lelap tidurBangunnya pada kesianganPadahal ingin disebut Pantun Zaman Batu - Taufiq IsmailInilah pantun-pantun zaman batu,Pantun untuk mereka yang berkepala siluman dan preman bersatu,Mencuri anggaran dengan mabuk batu akik batu bacanYang bawa senapan matanya mendelik cari wahai kalian para karena berpikir waras bisa biasanya hujannya hujan batuTawaran, biasanya uangnya uang dolarJika akhirnya polisi dan koruptor bersatuHarus dilawan biarpun pangkatnya emas di negeri orangPanen rejeki hatinya bilang kriminalisasi dilarang,Tapi bawahannya tetap akik di negeri sendiri,Hidup tercekik sudah menjadi mimpi jadi bangsa mandiri,Eh, import komoditi tetap jadi mainan jujur bisa kehilangan palu,Hakim lucu dengkulnya berotak koruptor ketawa-ketiwi tak lagi punya malu,Alumni perguruan tinggi harus mengganyang dan Betapa Lucunya Negeri Ini - Sam HaidyTeroris menghilangTabung gas menerjangHarga miras naikOplosan mencekikKasus video porno bikin kalutKasus korupsi ke laut. Simak Video "Wanita Baru Lahiran di Sulsel Ditandu 5 Km Demi Dapat Layanan Ambulans" [GambasVideo 20detik] alk/asm Kebebasan adalah cita-cita setiap manusia. Sebagaimana Bangsa ini pernah bercita-cita menjadi bangsa yang bebas di masa kolonial hingga kemudian kebebasan itu diraih melalui proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, terlepas hari ini kemerdekaan itu masih dipertanyakan kebermaknaannya, lantaran konon Bangsa Indonesia masih dijerat berbagai kepentingan dunia. Kebebasan pula menjadi cita-cita bagi setiap penyair—bebas dari bayang-bayang penyair sebelumnya, bebas dari kepungan karya di masa lalu dan sebagainya dan sebagainya. Dari cita-cita tersebut, lahir berbagai karya dengan teknik dan gayanya masing-masing, yang terus berkejaran mencari kebaruan-kebaruan yang diyakini tidak sama sekali berpijak dari unsur kekaryaan yang telah ada sebelumnya. Tentu saja hal tersebut dimaknai sebagai usaha dan usaha selalu dihadapkan pada dua kemungkinan, yakni berhasil dan gagal atau belum berhasil dan belum terlihat mutlak kegagalannya. Di abad sekarang ini, perkembangan puisi boleh dikatakan berhasil keluar dari pola olah penyair Angkatan Pujangga Lama dominasi oleh syair, pantun, gurindam dan hikayat. Di Nusantara, budaya Melayu klasik dengan pengaruh Islam yang kuat meliputi sebagian besar negara pantai Sumatera dan Semenanjung Malaya. Di Sumatera bagian utara muncul karya-karya penting berbahasa Melayu, terutama karya-karya keagamaan. Angkatan Sastra Melayu Lama, Angkatan Balai Pustaka, Angkatan Pujangga Baru, atau Angkatan 1945 yang digawangi oleh Chairil Anwar. Sungguh tidaklah salah, perubahan demi perubahan terjadi dari generasi ke generasi. Hal tersebut menandakan manusia terus berpikir dan bertindak secara agresif—biasanya akan mengikuti ritme zamannya. Lantas seperti apa perkembangan puisi hari ini dan apa yang menjadikannya lain dengan puisi-puisi generasi sebelumnya? Tanpa diperhatikan dengan serius sekalipun, sudah dapat ditangkap betapa puisi-puisi yang hari ini disuguhkan para penyair didominasi oleh puisi prosais dan cukup tidak mudah menemukan puisi yang memiliki larik dengan rima dan metrum terjaga yang juga menjaga intensitas bunyi dalam puisi. Sudah lewat masa sepertinya gaya syair, pantun, gurindam dan sejenisnya. Tetapi meski demikian, dicurigai ada ketidaksanggupan penyair hari ini untuk benar-benar melepaskan diri dari gaya masa lalu. Minimal cara mengkiaskan atau cara mengalihkan suatu objek ke objek lainnya untuk sampai pada satu pesan atau makna. Kemudian persoalan semakin takkaruan junstrungannya, tidak sedikit yang kebingungan untuk tidak mengatakan sama sekali tidak paham mengenai puisi yang dibaca. Antara puisi dan prosa, di mana benang merahnya? Pertanyaan ini semakin aneh rasanya untuk diajukan saat menoleh karya Denny JA yang mengusung Puisi-Esai yang kemudian diklaim sebagai puisi dengan gaya terbaru. Kebaruan tersebut rupanya diamini oleh sebagian besar penyair ternama negeri ini, sebut saja Sapardi Djoko Damono, Sutardji Calzoum Bachri, Jamal D Rahman, Acep Zamzam Noor, dan sebagainya. Protes datang dari depan, belakang, kanan, dan kiri—protes tersebut tidak lain tidak bukan mengenai Puisi-Esai yang tidak relevan dikelompokkan dalam golongan puisi. Ada yang mengatakan bahwa Puisi-Esai bukan puisi tetapi esai yang dibuat seolah-olah puisi. Pergolakan tersebut sebenarnya tidak serta merta datang dari Denny JA atau datang di tahun 2013-2014 semata. Melainkan datang semenjak munjamurnya puisi prosa—puisi yang memiliki keendrungan prosa dilihat dari sintaksinya. Adapun kecerobohan Denny JA merupakan satu contoh dari akumulasi ketidaksadaran masyarakat terhadap puisi yang lagi-lagi dikembalikan pada gaya yang dipilih kebanyakan penyair. Tentu harus dimaklumi, lantaran Denny JA bukan penyair melainkan praktisi politik. Hal lain yang dapat direkam adalah kemunculan penyair-penyai muda yang masih demen menulis puisi prosa. Hal ini ditandai sebagai satu kemandegan, lantaran jika benar setiap manusia memiliki cita-cita kebebasan, mestinya penyair muda yang merupakan generasi penerus dari generasi sebelumnya berani membuat karya yang berbeda. Entah kelak disebut Puisi-Rapat-padat lantaran puisi-puisi yang diciptakan sangat selekti kata dan tidak mau menggunakan konjungsi dan pungtuasi di dalamnya. Bisa juga lahir puisi Lebar x Panjang, lantaran puisi yang diciptakan melebihi panjang cerpen atau novel? Pernyataan tersebut sepintas memang tampak konyol, akan tetapi apa yang tidak mungkin terjadi di bumi tempat manusia melakukan banyak hal ini? Sebelum terlampau jauh, sebaiknya kembali diajukan pertanyaan klasik yang sepertinya penting dan genting untuk ditemukan jawabannya. “Apakah puisi itu?” Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI menjawab sebagai berikut 1 Ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait; 2gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus; 3 sajak. Definisi tersebut meski dari KBBI mesti ditelaah kembali konon KBBI masih terus diperdebatkan terutama lantaran jarangnya meng-update tatabahasa. 1. Definisi pertama, ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Definisi ini cukup membantu memberikan batasan antara puisi dan prosa. Lantaran istilah prosa didefinisikan sebagai karangan bebas tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi. 2. Definis kedua, gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus. Definisi kedua ini siatnya sangat umum dan membingungkan. Semua karya sastra bahkan yang bukan karya sastra semisal berita harian juga menyangkut penataan bahasa yang cermat dan tidak boleh meleset dari kebutuhan. Katakanlah 5W+H mesti ada dalam sebuah berita yang jelas-jelas dijadikan dasar penulisannya. 3. Definis ketiga, sajak. Kemudian definis sajak dalam KBBI lengkapnya begini 1 gubahan sastra yang berbentuk puisi; 2 bentuk karya sastra yang penyajiannya dilakukan dalam baris-baris yang teratur dan terikat; 3 gubahan karya sastra yang sangat mementingkan keselarasan bunyi bahasa, baik kesepadanan bunyi, kekontrasan, maupun kesamaan; 4 patut; kena; cocok. Dalam sajak diklasifikasikan berdasarkan pola kalimat dan rimanya, seperti 1 awamatra, tidak terikat pola rima atau pola normatif lain; 2 awarima sajak yang tidak berima; 4 delapan seuntai, sajak yang terdiri atas delapan larik dalam satu bait; oktaf, dan masih banyak lagi kelasnya. Dengan demikian, kelas-kelas dalam sajak tersebut masuk golongan puisi lantaran definis puisi adalah definis sajak. Pertanyaannya, apakah definisi sajak adalah definisi puisi? Sepertinya iya, jika tidak, tentu harus dikoreksi agar tidak membingungkan. Jika dilihat dari semua definisi yang ada, di manakah definisi yang dapat menyelamatkan puisi prosa agar tidak digugat keberadaannya sebagai kelompok puisi dan tidak dimasukkan dalam kelompok prosa? Begini definisinya puisi bebas adalah puisi yang tidak terikat oleh beberapa aturan khusus, yaitu jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata tiap baris, sajak, irama, ritma dan pilihan kata. Dalam menulis puisi bebas yang penting perasaan penulis dapat terekspresi dalam bentuk kata-kata yang tepat sehingga menghasilkan makna yang tajam dan mendalam. Definisi tersebut tidak ditemukan dalam KBBI, melainkan ditemukan dalam berbagai obrolan, paper, bahkan di berbagai blog. Ketidakjelasan definisi tersebut rupanya menjadi latar belakang mengapa tidak sedikit penyair yang terjebak pada puisi prosa. Pun meski demikian, hal ini disampaikan tidak dalam rangka menggugat penyair-penyair puisi prosa atau mengatakan bahwa puisi prosa bukan puisi. Hanya sedikit mempertanyakan apa gerangan yang menjadi sebab musabab kerancuan pemahaman masyrakat terhadap puisi—kalau penyair tentu tidak bingung menyoal ini, karena semua sudah menjadi pilihan yang mendasar. Walau para penyair juga sulit menampik, seperti tengah menghadapi jalan buntu untuk menemukan puisi yang benar-benar baru di hari ini—paling tidak menunjukkan krativitas yang berani dan mumpuni. MEMBACA PUISI-PUISI DI RUANG REKONSTRUKSI Sederhana saja, wacana mengenai puisi dan prosa atau puisi prosais dirasa perlu dipaparkan saat membaca puisi-puisi yang masuk melalui email dan hampir keseluruhan untuk tidak menyatakan semua mengirimkan puisi prosais. Apakah hal tesebut salah? Sekali lagi, dalam kesempatan ini tidak sedang menyalahkan satu pihak dan menyalahkan pihak lain. Sekadar membaca dan mencari perbandingan. Dimulai dari karya Muhammad Asqalani eNeste yang berjudul “perjalanan bunuh diri.”, betapa sulit menemukan titik terang di antara puisi atau prolog sebuah prosa. Begini cara Asqalani menulis karya yang disebutnya sebagai puisi menempuh perjalanan sejauh birahi. duhai lelah seluruh kelamin sunyi. gonta ganti desah di setiap mimpi. kembara babi babi. kembali kelinci suci bertapa ke luar gua diri. di jantung pisau yang sungsang. keputusasaan menyarang. Tuhan menyeberang ke lautan darah biru. darah nafsu yang piatu. Laa Haula.. Penyair muda asal Riau ini bukan anak baru dalam kancah percaturan sastra Indonesia. Ia termasuk paling rajin mengisi rubrik puisi di media cetak baik lokal mau pun nasional. Lantaran itu, tiba-tiba terasa getir untuk menyatakan karya tersebut bukan puisi. Disusul oleh seorang siswa kelahiran 1998 berjarak 10 tahun dengan Asqalani yang lahir pada 1988 bernama Dzikri Rahmanda. Dalam puisi berjudul “GUNDAH DI SELA TELINGAMU” ia menulis begini Riuh kesepian di heningnya malam akan selalu terlihat sama bagimu. Entah hujan yang menahan kabar bahagia atau memang kepedihan tak bisa terelakkan. Sampai pada saat sepasang telingamu merasa terusik dengan detik jarum jam yang keram, kau mendengar seribu suara berlomba, termasuk suara semacam gundah yang menuju sela telingamu. Di paragraf sebelumnya, sempat disinggung mengenai jarak usia antara Asqalani dan Dzikri, 10 tahun tentu bukan jarak yang dekat. Akan tetapi puisi yang diciptakan keduanya sangat dekat dan memiliki pola yang sedikit mirip untuk tidak menyatakan sama-sama puisi prosa. Artinya, ada hal yang tidak berkembang sebagaimana mestinya. Satu dekade mestinya memberikan perubahan yang berarti dalam hal apapun, tidak terkecuali dengan puisi. Adapun perbedaan mencolok di antara keduanya adalah penggunaan Licentia Poetica. Asqalani tampk lebih berani menggunakan Licentia Poetica dalam puisinya. Hal tersebut sangat kentara dengan tidak adanya huruf kapital dalam puisinya terkecuali untuk penyebutan Tuhan’, sementara Dzikri berusaha menggunakan perangkat bahasa yang baik dan benar. Lain hal dengan karya Susilawati, siswi SMP Al-Jauharotunnaqiyah Pegadingan ini lebih memilih tidak menulis puisi prosa. Puisi-puisi sederhananya tampak lebih ketat dalam menggunakan kata sebagai mediator pesan, ia menulis begini melalui puisi berjudul “NUANSA” Seonggok jamur di helaian jerami akar-akarnya terlepas dari seratnya sedang bunga-bunganya menguncup dengan dingin yang merangkul. Sekumpulan bangau di atas kerbau suaranya memanggil-manggil angin tatapan matanya jatuh ke lumpur dicuri belut dan dimakan ular kadut. Perkaranya kemudian, bagaimana jika puisi di atas dibongkar—tidak lagi berbentuk larik dan baik seperti ini. Seonggok jamur di helaian jerami akar-akarnya terlepas dari seratnya, sedang bunga-bunganya menguncup dengan dingin yang merangkul. Sekumpulan bangau di atas kerbau suaranya memanggil-manggil angin, tatapan matanya jatuh ke lumpur dicuri belut dan dimakan ular kadut Apakah berlebihan jika muncul dugaan karya tersebut lebih dekat dengan prosa—prosa yang memiliki unsur puisi. Ikuti tulisan menarik Muhammad Rois Rinaldi lainnya di sini. Puisi merupakan salah satu jenis karya seni yang berisi kata-kata dengan syair yang saling berkaitan. Biasanya puisi ditulis secara dramatis dan romantis yang mengacu dengan tema serta gaya penulisan penciptanya. Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Puisi juga diartikan sebagai gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus. Adapun yang akan menjadi pembahasan kali ini adalah puisi tentang bunga yang bisa diulik dari sisi menyenangkan, romantis, hingga kesedihan. Puisi yang akan dimuat kali ini dapat Anda berikan kepada orang terdekat sebagai bentuk ungkapan perasaan. Berikut ini beberapa contoh puisi tentang bunga, sebagai referensi membaca Anda, dilansir dari Pelajarindo, dan Rimbakita. Bunga Anggrek PEXELS Kumpulan Puisi tentang Bunga 1. Mekar di Pagi Buta Hari minggu datang lagi, Ayam berkokok perkasa sekali, Memecah hening ditepi pagi, Bangunkan manusia seisi bumi. Sembari, bunga di halaman mulai mekar, Bentuknya indah dan melingkar, Ada melati, anggrek dan mawar, Memberi kesejukan tanpa menawar. Mekarmu di pagi buta, Dibarengi udara penyejuk jiwa, Aku pandangi dengan seksama, Oh benar, keindahanmu sungguhlah nyata. Bila sore telah tiba, Kusirami kau dengan ceria, Tak sabar menunggu subuh tiba, Untuk bisa kembali bersua, Oh bungaku. 2. Bunga dan Kumbang Pagi hari ini, Bunga kembang mekar berseri, Disapa lembut cahaya mentari, Hingga tumbuh bersemi kembali. Kelopak lama berguguran jatuh, Diterpa angin dengan teduh, Yang mekar tak kenal lusuh, Sejak kembang di waktu subuh. Kumbang pun singgah karena tergoda, Sambilkan menghisap sari bunga, Menyerbuk Nektar memupuk asa, Harum bunga dan warna daun mahkota. Bagaimana tidak kumbang tertarik, Meski mentari sepanas terik, Harummu amat nikmat memekik, Hingga singgah hinggap memetik. 3. Bunga Matahari Warnamu kuning, Ukuranmu besar, Tak seperti bunga pada umumnya, Baik keindahan maupun bentuk. Banyak yang mencarimu, Haus akan keindahan rupamu, Bila dipandang takkan jemu, Waktu begitu cepat berlalu. Oh, Bunga Matahari, Ketika kau mekar, menantang mentari, Kau simbol bunga sejati, Elok rupawan dan kekal di hati. Mahkotamu pancarkan keagungan, Menjadi raja di pekarangan, Bunga nan dipenuhi keelokan, Tak diragukan hingga terbantahkan. Setiap pagi kusirami, Kau bermekaran dengan sempurna, Dan kembali kusirami, Sesaat ketika sore telah tiba. Kau bertiup kemana angin, Mengarah ikuti jalannya surya, Tetap tegak meski malam dingin, Kuat perkasa kala hari amat membara. Terima kasih, bunga matahari, Keindahanmu tawarkan sejuk, Kemekaranmu memberi arti, Yang selalu membuatku takjub. 4. Bunga Anggrek yang Indah Hai Bunga Anggrek, Meski keberadaanmu langka, Keindahanmu semakin terasa, Takkan kubiarkan menjadi sirna. Meski bukan kau yang terindah, Namun kesanmu begitu mewah, Bersinar terang di hari yang cerah, Biru putih dan juga merah. Tetaplah kau berada di sana, Diantara banyaknya bunga-bunga, Berpucukkan mahkota di ujung kepala, Menjadi primadona dalam dada. Hai bunga anggrekku, Jangan punah dirimu, Kepergianmu kan jadi sembilu, Oleh karenanya, Aku pasti merawatmu. 5. Seekor Kupu-Kupu Seekor kupu-kupu Rupanya sering datang Hinggap ke kembang mawarku bermain -main dengan riang Wahai kupu-kupu Kamu pasti sangat suka Dengan mawar yang mekar Menghirup harumnya aroma. Bunga Mawar Unsplash 6. Bunga Cinta Kuhadapi ini setiap malam, Gelap sepi hening mencekam, Berteriak kuat namun terdiam, Sunyi menghardik di tengah kelam. Hati teriris kian lama memendam, Atas cinta yang tak padam, Berjalan di tepian tebing curam, Dengan sakit yang terus menghujam. Namun malam itu, semua berubah, Tuhan menjawab asaku yang hampir sirna, Hanya berbekal sejuta cinta, Akhirnya kau takluk di depan mata. Semua berawal dari sini, Semenjak malam itu, hatiku terisi, Yang sekian lama menguncup sepi, Kini akhirnya bersemi kembali. Terima kasih, Tuhan, Atas takdir dan segala jawaban, Terima kasih, kasih, Kaulah yang terkasih. Setangkai bunga ini kan bersaksi, Atas bersatunya dua insani, Kubuka lembaran baru dalam mimpi, Merajut cinta yang kekal abadi. Setangkai bunga ini menjadi lambang, Bahwa akulah sang pemenang, Dengan sabar dan sadar ku berperang, Hasil membayar letihnya berjuang. Terima kasih, Sayang. 7. Cerita Bunga Pagi hari engkau nampak segar Daun hijau tertetesi embun pagi yang jernih Kelopakmu tertutup seakan ingin disentuh mentari Tangkai menjalar sampai hamparan Siang hari engkau nampak tegar Berdiri kokoh memancar warna tak tergambar Bagai bunga tumbuh di musim semi Berada di pucuk negeri sakti Elok dipandang susah ditemuiSore hari engkau nampak merunduk bahagia Melihat mentari condong yang akan dijemput senja Sampai kalahkan tinggi menara China Senang telah meringkas cerita bunga Hingga tertoreh huruf di lembar kertas dengan tinta. Itulah daftar kumpulan puisi tentang bunga dengan makna mendalam. Dari sekuntum bunga, pencipta menjabarkan karakteristik serta filosofi dan keterkaitannya dengan kehidupan manusia sehingga menjadi romantis dan dramatis.

gubahan sastra yang berbentuk puisi